Terlalu banyak duduk, Ini Penyakit Yang Mengintai

Terlalu banyak duduk, Ini Penyakit Yang Mengintai

Jumat, 04 Februari 2022

Bola.com, Jakarta - Banyak dari kita terkadang yang lupa diri, semisal akibat terlalu sibuk dengan pekerjaan sehingga "menghabiskan waktu" dengan duduk terlalu lama, kurang gerak, dalam kehidupan sehari-hari.



Padahal, sebagai makluk sosial, manusia harus banyak "bergerak" dalam kehidupan sehari-hari. Tak hanya itu, secara harfiah, kita memang tak bisa hanya berdiam diri saja tanpa tak bergerak.

Kondisi semacam itu tak jarang terjadi di kalangan pekerja kantoran era sekarang ini.


Tidak seperti orang zaman dahulu yang melakukan pekerjaan dengan melibatkan fisik, orang-orang zaman sekarang cenderung lebih banyak melakukan pekerjaan di depan komputer atau dengan cara duduk manis.


Tidak hanya dalam melakukan pekerjaan, berbagai aktivitas juga sering dilakukan dengan cara duduk, seperti menyetir mobil, menonton bioskop, hingga bersantai di akhir pekan.


Sebagai peringatan, kita perlu berhati-hati jika terlalu sering duduk dan kurang bergerak karena hal kebiasaan itu memiliki dampak kurang baik terhadap kesehatan.


Ada beberapa gangguan kesehatan yang diakibatkan duduk terlalu lama, seperti membuat sendi dan otot menjadi kaku dan juga lemah. Terlalu sering duduk juga dapat merusak metabolisme tubuh, yang dapat menimbulkan berbagai macam penyakit.


Bola.com merangkum dari Daily Entertainment, sembilan bahaya kesehatan yang diakibatkan duduk terlalu lama, Senin (23/3/2020):

1. Penyakit Jantung


Penyakit jantung cukup sering dialami orang pada zaman modern dalam beberapa dekade ini. Ada beberapa penelitian tentang penyebab munculnya penyakit jantung, kurang bergerak dan duduk terlalu lama masuk jadi satu di antara penyebabnya.


Terlalu lama tidak bergerak menimbulkan munculnya penyakit kardiovaskular atau masalah yang terjadi pada sistem jantung.


2. Fungsi Pankreas Terganggu


Duduk terlalu lama menyebabkan otot tidak bergerak dan menjadi kaku yang memengaruhi fungsi pankreas. Secara umum, pankreas berfungsi memproduksi hormon dan enzim untuk menghancurkan makanan di dalam perut.


Terlalu banyak duduk bisa memengaruhi fungsi kelenjar endokrin dalam pankreas, yakni mengeluarkan hormon, yaitu hormon insulin dan hormon glukagon. Kedua hormon ini berperan dalam mengatur kadar glukosa atau gula dalam darah.


Terlalu banyak duduk memicu pankreas memproduksi gula lebih dari yang dibutuhkan tubuh sehingga membuat aliran darah kelebihan gula. Hal ini bisa menyebabkan diabetes dan penyakit serius lain.


3. Kanker


Kendati belum terbukti secara ilmiah, terlalu banyak duduk diyakini bisa memicu risiko terkena berbagai jenis kanker, seperti kanker payudara, usus besar, dan endometrium.


Satu di antara teori mengatakan produksi insulin yang berlebih karena kurangnya bergerak dapat memacu pertumbuhan sel dan menyebabkan penyakit kanker.


4. Perut Buncit


Duduk terlalu lama jadi hal yang sebaiknya dihindari jika Anda sedang mencoba untuk membentuk otot pada perut atau memiliki perut tipis rata.


Otot yang berada di perut memberikan peran yang cukup penting untuk membantu kita berdiri, dan namun ketika duduk, otot-otot tersebut tak berfungsi sehingga mengakibatkan seseorang sulit membuang lemak berlebih, terutama di sekitar perut.


5. Menghambat Sirkulasi Darah


Sirkulasi darah yang tak lancar menjadi bahaya lain yang disebabkan duduk terlalu lama. Ketika terlalu banyak duduk, hal ini dapat mengakibatkan penumpukan cairan pada kaki dan menyebabkan varises pada pergelangan kaki.


Terlalu lama duduk juga dapat menyebabkan pembengkakan pada kaki yang berpotensi menghambat aliran darah ke area lain dalam tubuh, seperti jantung dan paru-paru yang bisa mengancam keselamatan.


6. Pelunakan pada Tulang


Aktivitas fisik yang kita lakukan akan membantu menjaga kesehatan pada tubuh dan juga menguatkan tulang.


Sebaliknya, jika kita sering kali duduk terlalu lama, rentan menyebabkan tulang menjadi lunak dan rapuh. Hal tersebut dapat mengakibatkan penyakit pada tulang, seperti osteoporosis.


7. Gangguan Fungsi Otak


Melakukan aktivitas fisik dapat membantu kinerja otak, karena lancarnya aliran darah yang kaya akan oksigen ke otak.


Namun, jika seseorang tak banyak melakukan aktivitas fisik, seperti hanya duduk terus-menerus, akan mengakibatkan aliran darah menuju otak menjadi tersumbat. Akibatnya, fungsi dan kinerja otak akan berkurang, yang memicu sulitnya untuk fokus dan berkonsentrasi pada pekerjaan.