Hindari Anak dari Sinar radiasi, Inilah Caranya

Hindari Anak dari Sinar radiasi, Inilah Caranya

Jumat, 04 Februari 2022

 KOMPAS.com - Pandemi Covid-19 membuat kegiatan belajar masih harus dilakukan jarak jauh, baik secara daring maupun luring. Pembelajaran jarak jauh yang menggunakan media digital seperti ponsel pintar, tablet atau laptop, membuat anak kini lebih sering terpapar layar gawai (gadget). Dosen Departemen Teknik Mesin dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, IPB University Lilis Sucahyo mengatakan, paparan sinar radiasi layar atau monitor dari perangkat elektronik selama beraktivitas bisa menimbulkan efek samping. Sehingga, risiko efek radiasi akibat terpapar gawai seharian juga perlu menjadi perhatian. Baca juga: Pendaftaran Kuota Gratis dari Kemendikbud Diperpanjang, Ini Caranya Di balik keindahan warna dan tampilan pada berbagai perangkat, lanjutnya, teknologi layar Light Emitting Diode (LED) yang banyak diaplikasikan pada berbagai perangkat seperti lampu, televisi, komputer, laptop, tablet dan smartphone, memiliki dampak negatif berupa pancaran sinar biru (blue light radiation). "Beberapa pengguna laptop atau notebook menyebutkan bahwa mereka mengalami rasa pegal pada mata akibat menatap layar dalam waktu lama, mata lelah, mata kering serta gangguan refraksi," paparnya seperti dilansir dari laman IPB. Lebih lanjut Lilis menjelaskan, sinar biru tergolong dalam jenis High Energy Visible (HEV) yaitu cahaya tampak dengan tingkat energi yang besar. Baca juga: 7 Program Prioritas Pendidikan Mendikbud Nadiem di Tahun 2021 Karakteristik sinar tersebut memiliki panjang gelombang pendek sekitar 380-500 nanometer dengan tingkat energi yang besar seperti sinar ultraviolet yang berbahaya bagi penglihatan manusia. Mata manusia memiliki kemampuan yang baik dalam menghalau sinar UV (ultraviolet) tetapi tidak untuk sinar biru. “Menatap layar LED dalam jangka waktu lama tanpa dilakukan upaya meminimalisir dampak radiasi sangat tidak dianjurkan,” ujarnya. Ia pun memberikan tips sederhana dan mudah dilakukan untuk meminimalisir dampak radiasi layar gawai selama beraktivitas menggunakan gawai, yakni: 1. Lapisan pelindung Gunakan lapisan pelindung (screen protector) untuk layar LED, terutama untuk ponsel. Baca juga: Jadwal dan Cara Daftar KIP Kuliah Jalur Mandiri PTN dan PTS 2020 Pilih jenis yang tidak hanya melindungi layar anda dari debu, kotoran dan goresan tetapi juga pancaran sinar radiasi, terutama blue light dan ultraviolet. Jika menggunakan kacamata, pilih jenis lensa yang juga dapat menghalau jenis cahaya blue light maupun UV lens. 2. Layar tak lebih terang dari ruangan Tingkat kecerahan layar tidak melebihi kondisi pencahayaan lingkungan tempat belajar dan bekerja. Melihat layar yang terlalu cerah di ruangan yang terlalu redup dapat menyebabkan mata menjadi cepat lelah. Manfaatkan pula setelan Dark Mode pada ponsel untuk mengurangi kecerahan dan radiasi layar. Baca juga: Beasiswa S1 Tanoto Foundation, dari Biaya Kuliah hingga Tunjangan Bulanan 3. Jarak mata dengan layar Lakukan pengaturan jarak penglihatan antara mata dengan layar, disarankan dalam jarak sekitar 30-40 cm. Usahakan agar posisi gawai atau perangkat lebih rendah dari mata, yaitu dengan membentuk sudut lebih sekitar 15 derajat. Hindari menatap layar dalam kondisi berbaring karena dapat menyebabkan cedera punggung dan gangguan tulang belakang. 4. Beri jeda “Keempat, hindari melakukan pekerjaan dengan menatap layar dalam jarak dekat dengan terus menerus. Setiap 20-30 menit menatap layar, selingi dengan aktivitas melihat jauh atau palingkan penglihatan ke arah lain seperti pojok-pojok ruangan atau melihat ke luar jendela," sarannya. Baca juga: Universitas Pertamina Perpanjang Pendaftaran S1 Jalur Nilai UTBK Lakukan juga pemijitan ringan di sekitar mata untuk melancarkan aliran darah. Hal tersebut dilakukan untuk mengistirahatkan dan mengurangi ketegangan pada otot mata. Pada saat tersebut, lakukan juga senam ringan untuk peregangan otot bahu dan leher untuk mencegah terjadinya "computer vision syndrom". 5. Konsumsi buah dan sayur Ketika bekerja dengan layar, maka secara tidak sadar akan terjadi penurunan intensitas berkedip. Kondisi ini menyebabkan mata menjadi kering. Lakukan kegiatan berkedip secara sadar dan teratur agar bola mata dapat tetap terbasahi dengan baik. Dapat juga menggunakan cairan tetes mata jika diperlukan. Untuk anak-anak usia lebih kecil, batasi penggunaan layar gawai. Manfaatkan gawai hanya untuk keperluan pembelajaran dan fasilitasi anak dengan permainan lain tanpa kehadiran gawai. Termasuk mengonsumsi buah dan sayur untuk kesehatan mata. "Perbanyak konsumsi buah dan sayuran untuk menjaga kesehatan mata," pungkasnya. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Cara Mengurangi Radiasi Handphone

Liputan6.com, Jakarta Kini banyak orang hampir tidak bisa terlepas dari handphone. Hal inipun menimbulkan isu akan dampak buruk penggunaan handphone dalam jangka waktu yang panjang. Ya, terdapat berbagai macam risiko gangguan kesehatan yang disebabkan oleh radiasi handphone ini. 


Radiasi Radio Frequncy (RF) inilah yang bisa bisa mengganggu kesehatan manusia. Radiasi ini kerap dipancarkan oleh handphone dalam keadaan aktif. Biasanya radiasi ini akan bekerja saat sedang mencari sinyal.


Siapa sangka, terpapar radiasi dalam jangka panjang bisa mengganggu sistem jaringan otak sehingga berpotensi menyebabkan keruskan otak. Memang, aktivitasmu tidak bisa terlepas dari handphone. Namun kamu masih tetap bisa menggunakan handphone secara aman agar tak terpapar radiasi yang tinggi ini.


Berikut ini Liputan6.com telah merangkum beberapa cara mengurangi kinerja radiasi agar tak ganggu kesehatanmu, Senin (24/6/2019).


Hindari Menggunakan Handphone dengan Radiasi Tinggi


Sebelum kamu membeli produk handphone, penting untuk mencari tahu terlebih dahulu seberapa besar radiasi dari perangkat tersebut. Nah, sebelum akhirnya membeli produk handphone, ada baiknya untuk memilih handphone dengan radiasi yang rendah.


Menelpon di Ruangan Terbuka dan Batasi Durasinya


Menelpon di Ruangan Terbuka

Radiasi terbesar terjadi saat kamu sedang menelpon. Apalagi saat kamu sedang mencari sinyal untuk menelpon, radiasi pada handphone kamu sedang bekerja dengan sangat keras untuk mendapatkan sinyal itu. Ya, tinggi rendahnya puncak dapat disebabkan dari ada tidaknya penghalang koneksi.


Bila kamu sedang menelpon di ruangan tertutup, maka handphone kamu akan memancarkan radiasi tinggi yang berguna untuk menembus ruang tertutup yang menghalangi koneksinya.


Pentingnya untuk berada di ruangan terbuka untuk mendapatkan sinyal yang tinggi agar radiasi tidak bekerja keras untuk memancarkannya yang bisa menyebabkan gangguan kesehatan.


Selain menelpon di ruangan terbuka, kamu juga perlu membatasi durasi dalam menelpon. Durasi menelpon yang lama akan menambah dampak buruk untuk tubuh karena semakin lama tubuh terpapar oleh radiasi.


Jangan Terlalu Dekat Menatap Layar Handphone

Jangan Terlalu Dekat dengan Handphone 

Selain gelombang radiasi RF, ternyata layar pada hansphone kamu juga menimbulkan radiasi cahaya. Ya, radiasi cahaya pada hanphone ini bisa merusak mata bila tidak dikondikan dengan baik.


Oleh karena itu, ada baiknya untuk mengukur jarak aman mata kamu. Hal ini untuk menjaga agar mata tetap sehat.

Jangan Menyimpan Handphone di Kantong Pakaian

Cara Mengurangi Radiasi Handphone

Jangan Meletakkan Handphone di Saku Celana

Begitu juga dengan kebiasaan menyimpan handphone di kantong celana atau kantong baju. Menyimpannya di sana akan membuat radiasi handphone menjadi sangat dekat dengan tubuh kamu.


Namun apabila kondisi tertentu mamaksakan kamu untuk menyimpannya di sana, maka kamu perlu menggunakan atau mengaktifkan mode pesawat. Dengan mengaktifkannya, maka sinyal akan mati dan akan menonaktifkan radiasi.