Ganti Pampers Bayi Harus teratur, Inilah Resikonya

Ganti Pampers Bayi Harus teratur, Inilah Resikonya

Jumat, 04 Februari 2022

Memakai popok sekali pakai memang sangat memudahkan ibu. Sayangnya, Anda mungkin tidak mengetahui berapa lama popok bayi harus diganti. Akibatnya Anda lalai mengganti popok karena tidak sempat, lupa, atau mungkin ingin berhemat.



Padahal, melansir Kids Health, jika memakai popok terlalu lama, si kecil akan berisiko mengalami masalah-masalah kesehatan berikut.


1. Ruam popok

Melansir Mayo Clinic, ruam popok adalah iritasi berupa bintik-bintik berwarna kemerahan yang muncul di area kulit bayi yang tertutup popok. Kondisi ini juga sering disebut sebagai dermatitis popok atau diaper rash.


Tidak hanya di area pantat, bintik-bintik tersebut bahkan bisa menyebar ke daerah paha dan perut bayi.


Ini biasanya terjadi jika ibu tidak menyadari sudah berapa lama bayi pakai popok yang sama. Padahal sudah harus diganti.


Pemakaian popok yang terlalu lama menghambat sirkulasi udara. Akibatnya, daerah pantat bayi menjadi lembap sehingga memicu perkembangbiakan jamur.


Jika mengalami ruam popok, bayi akan menjadi rewel karena merasa gatal dan perih pada area pantat dan kelaminnya.


2. Iritasi pada kulit bayi


Selain ruam popok, memakai popok terlalu lama juga berisiko kulit bayi mengalami iritasi. Ini karena gesekan antara kulit dan popok yang terlalu lama.


Kondisi ini dapat terjadi baik pada popok yang sudah kotor atau basah, maupun pada popok yang masih bersih.


Oleh karena itu, sebaiknya jangan menunggu sampai popok sudah penuh untuk menggantinya dengan yang baru.


Jika dirasa pemakaian popok sudah sangat lama walaupun tidak kotor sama sekali, sebaiknya Anda tetap menggantinya.


3. Infeksi saluran kencing

Memakai popok terlalu lama juga berisiko infeksi. Infeksi ini terjadi ketika popok sudah penuh dengan air kencing bayi tetapi tidak kunjung diganti.


Urine bayi mengubah kadar pH kulit sehingga memungkinkan pertumbuhan bakteri dan jamur. Ini akan berisiko menyebabkan infeksi pada saluran kencing terutama pada anak perempuan.


Kapan sebaiknya popok bayi diganti?

memakai popok terlalu lama


Untuk mencegah masalah-masalah yang telah disebutkan di atas, sebaiknya Anda tidak membiasakan si kecil memakai popok terlalu lama.


Berapa lama popok bayi harus diganti dapat disesuaikan dengan kondisi si kecil atau jadwal yang telah dianjurkan. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menganjurkan untuk menggantinya setiap 2 atau 3 jam sekali.


Namun, jika cuaca sedang dingin, mungkin lebih cepat dari itu karena bayi akan mengeluarkan urine lebih banyak dan lebih sering.


Selain itu, perhatikan waktu-waktu untuk mengganti popok bayi berikut ini:


tepat setelah buang air besar,

sebelum tidur, baik tidur malam maupun tidur siang,

saat terbangun untuk menyusu pada malam hari,

setelah bangun tidur di pagi hari,

setelah memandikan bayi,

setelah menjemur bayi,

jika bayi berkeringat,

jika popok basah karena tumpahan air,

jika popok kotor karena debu atau kotoran dari luar,

sebelum bepergian, dan

setelah pulang dari bepergian.

Cara alami mengatasi ruam akibat memakai popok terlalu lama

Selain mematuhi anjuran tentang berapa lama popok bayi harus diganti, berikut ini beberapa cara lain yang dapat Anda lakukan untuk mencegah dan mengatasi ruam popok pada bayi.

Mengganti popok kotor sesegera mungkin

Membersihkan pantat bayi dengan benar, dianjurkan menggunakan air hangat untuk meredakan gatal.

Pastikan pantat bayi kering sebelum memakai popok agar tidak lembap.

Beri celah untuk udara di antara popok dan kulit si kecil.

Bebaskan bayi sejenak dari popok agar tidak seharian memakainya.

Oleskan krim atau salep yang mengandung zinc oxide dan lanolin setiap mengganti popok.

Mencuci popok kain dengan deterjen yang aman.

Memilih popok sekali pakai yang berdaya serap tinggi.