Gammer Mobile Legend Dapat Milyaran Rupiah, Ini Caranya

Gammer Mobile Legend Dapat Milyaran Rupiah, Ini Caranya

Sabtu, 05 Februari 2022

Kamu pasti tahu tentang video game kan,  pada zaman sekarang video game mulai sering dimainkan disegala kalangan. Pada awalnya video game hanya untuk bersenang-senang, namun sekarang bermain video game sudah dijadikan sebagai profesi bagi sebagian orang atau yang kerap kita sebut sebagai pro player. Tentu perlu di sikapi dengan berbagai sudut pandang positif maupun negatif  bagi penggunanya dan kita sebagai manusia yang sehat harus membataskan diri dari dampak negatif video game tersebut.




Dengan kehadiran video game saat ini, banyak mendapatkan apresiasi di kalangan remaja, khususnya para pelajar. Tetapi masih banyak rata-rata dari kalangan orang tua menganggap bahwa video game itu dapat membuat kita semakin malas dan kita tidak bisa berkembang. Tetapi di zaman modern ini, banyak sekali remaja yang terus bersaing dalam meraih sebuah kesuksesan melalui video game dengan membuat konten dimedia sosial atau mengikuti ajang turnamen.

Meraup Penghasilan 11,5 Miliar dengan Bermain Game

Pentolan RRQ Hoshi, pemuda berumur 23 tahun asal Aceh Muhammad Ikhsan atau yang dikenal dengan julukan "Lemon" mampu meraup 11,5 Miliar dengan memenangkan beberapa ajang turnamen e-sport. Sebelum pemuda ini masuk ke dalam dunia game, pemuda ini pernah bercerita dalam podcast bersama Deddy Corbuzier, RRQ Lemon bercerita soal dukungan keluarganya untuk bermain game. Awalnya, orang tuanya kurang setuju dengan hobinya bermain game, tetapi karena saat ini ia berprestasi di bidang tersebut, kedua orang tuanya setuju dengan jalan hidup yang ia pilih, ujar RRQ Lemon.



Berdasarkan pengalamannya itulah, RRQ Lemon berharap agar para orang tua diIndonesia mendukung anak-anaknya ketika ingin bermain game. Lebih lanjut, Lemon mengaku game menjadi pelariannya semasa kecil ketika sering diejek teman-temannya.

Opini Pribadi saya mengenai video game

Menurut saya pribadi, video game merupakan pedang bermata dua. Sesuatu yang didapat dari video game tentu tidak lepas dari kontrol dan pengawasan orang tua, khususnya  bagi para kalangan muda. Agar kenikmatan bermain video game tidak merenggut waktu yang harusnya dilakukan secara produktif.


Sumber : Kumparan.com